August 07, 2015

Kriteria Calon Gubernur Sulut Kedepan Menurut Dr Jerry Massie



MANADO : Pada bulan desember mendatang sejumlah daerah di tanah air akan melaksanakan pemilihan gubernur, walikota dan bupati. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan ikut serta dalam pilkada tersebut. Terkait hal itu, Komite Pemilih Indonesia (TEPI) menggelar diskusi publik dengan topik : "Bedah Pilgub 2015"  di RK Billy, Jl. Samratulangi Manado, Kamis (06/8/2015).  

Sejumlah narasumber tampil dalam diskusi ini diantaranya : Dr Jerry Massie MA Ph.D Peneliti TEPI, Dr Ferry Liando MSI Dosen FISIP Unsrat, Dr Maxi Egetan MSI Akademisi Unsrat dan Rendi Umboh S.Sos Koordinator TEPI Sulut.                                                  
Dalam kesempatan ini Massie menjelaskan seperti apa kriteria calon pemimpin Sulut 2015. "Yang pertama dia seorang yang takut Tuhan dan jujur serta mampu membuat masyarakat sejahtera. Saat ini kemiskinan Indonesia menurut BPS berada pada peringkat 13 nasional atau 8,24 persen, belum lagi tingkat economic growth Pertumbuhan Ekonomi (PE) atau PRDB kita sampai pada kwartal ke-3 berada pada 6,27 persen jauh dari PE tahun 2014 lalu, begitu pula dengan jumlah pengganguran di Sulut yang kini mencapai 102,6 ribu naik dibanding tahun lalu yakni 84,2 ribu," terangnya.                                

Oleh karena itu, Massie berharap gubernur yang baru harus mengerti dan memahami sejumlah aspek dan indikator tersebut.                                            
"Paling penting kandidat cagub Sulut menawarkan program, visi dan misi, grand design dan master plan yang jelas kepada masyarakat. Begitu pula isu peduli lingkungan dan korupsi harus berani diangkat ke publik, dia harus cinta lingkungan jangan mengulangi seperti Pulau Bangka di Minut yang membawa dampak buruk bagi warga dan parawisata yang ada. Sektor hukum harus diperkuat kalau perlu ada cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sulut, sungguh naif menurut laporan sampai kini ada sekitar 27 sampai 29 kasus korupsi yang masih mengendap di Polda Sulut," ungkapnya.                                                            
Ditambahkannya, pemimpin setelah Gubernur Sarundajang seyogianya tahu persis terkait goverment policy (kebijakan pemerintah) baik itu short term policy and long term policy (kebijakan jangka pendek dan jangka panjang).

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: