November 18, 2015

Mal di AS dan Eropah Diancam Kelompk Militan Islam

WASHINGTON -  Kepala Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson, Minggu (22/2/2015), memperingatkan para pengunjung di salah satu mal terbesar di Amerika untuk waspada setelah sebuah kelompok militan Islam mem-posting video yang menyerukan serangan terhadap mal-mal di negara-negara Barat.

Peringatan itu muncul saat Amerika Serikat dan sejumlah negara lain semakin gelisah terkait ancaman serangan "lone wolf" (teroris tanpa jaringan) yang dilakukan orang-orang yang mengalami radikalisasi di negara asal mereka.

"Saya akan mengatakan bahwa jika ada yang berencana untuk pergi ke Mall of America saat ini, mereka harus sangat berhati-hati," kata Johnson kepada CNN.

Kelompok pemberontak Al Shabaab yang terkait dengan Al Qaeda juga mengancam West Edmonton Mall di Kanada, Oxford Street yang terkenal di London dan dua mal di Perancis, yaitu Le Forum des Halles dan Les Quatre Temps.

Namun seorang pejabat pemerintah AS mengatakan, "tidak ada ancaman dengan indikasi khusus dan nyata bagi Amerika Serikat."

Namun serangan-serangan di Paris, Copenhagen dan Ottawa oleh kaum ekstremis di dalam negeri negara-negara itu telah meningkat pengamanan, dan mendorong Washington mensponsori pertemuan puncak tentang masalah keamanan pada awal pekan ini guna membahas ancaman itu.

Al Shabaab melakukan serangan berdarah dan pengambilalihan terhadap sebuah mal di Nairobi pada September 2013 yang menewaskan sedikitnya 67 orang. Dalam sebuah video yang didistribusikan di Twitter, Sabtu, kelompok itu membuat laporan bergaya dokumenter tentang serangan di Kenya itu. Laporan itu diikuti oleh penampilan seorang militan bertopeng yang menyarankan serangan serupa dapat dilakukan di mal-mal lain di Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Perancis.

Pria itu mengatakan, "Jika segelintir pejuang mujahidin bisa membuat Kenya lumpuh selama hampir satu minggu, bayangkan apa yang kaum mujahidin bisa lakukan di Barat terhadap pusat-pusat perbelanjaan Amerika atau Yahudi di seluruh dunia. Bagaimana jika serangan seperti itu terjadi di Mall of America di Minnesota? Atau West Edmonton Mall di Kanada? Atau di Oxford Street di London?" kata pria itu.

Video tersebut telah terlacak oleh SITE, sebuah kelompok yang memonitor situs-situs jihad.

Mall of America, yang terletak di Minnesota dan terkenal sebagai terbesar di negeri itu dengan total pengunjung 40 juta orang per tahun, mengatakan telah mengambil langkah-langkah keamanan tambahan dalam menanggapi ancaman Al Shabaab, kelompok pemberontak Somalia itu. "Tindakan pengamanan dengan menyertakan para personel tambahan telah dilaksanakan dan semua informasi sedang dipantau," kata departemen kepolisian Bloomington, kawasan pinggiran Minneapolis-St Paul di mana pusat perbelanjaan berada. "Pada saat ini, tidak ada ancaman yang kredibel terkait dengan Mall of America," katanya, seraya menambahkan bahwa fasilitas itu merupakan "tempat yang sangat aman."

Johnson mengatakan bahwa ia menganggap serius ancaman yang dibuat dalam video tersebut. "Pernyataan terbaru dari Al Shabaab itu mencerminkan fase baru bahwa kita telah berevolusi dalam ancaman teroris global, dalam arti bahwa Anda punya kelompok-kelompok seperti Al Shabaab dan ISIS yang secara terbuka menyerukan kepada aktor independen di negara mereka masing-masing untuk melakukan serangan," kata Johnson kepada CNN.

"Kami melampaui fase itu sekarang di mana kelompok-kelompok tersebut akan mengirim jaringannya ke sejumlah negara setelah dilatih di suatu tempat," kata Johnson.

Sumber: AFP

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: