January 20, 2016

Nababan Sikapi Dingin Terkait Dugaan Korupsi di PLN Suluttenggo

ilustrasi Demo di PLN. 
Manado - Menyikapi adanya dugaan korupsi di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulutttenggo sehingga terjadi pemadaman listrik hingga bertahun-tahun, General Manager PLN Suluttenggo Baringin Nababan siap untuk membantu.

“Jika ada bukti silakan ditunjukan, tapi terus terang tidak boleh langsung menuduh orang. Kalau ada bukti bisa ditunjukan dan langsung kroscek kepada orangnya dan jika terbukti maka saya adalah orang pertama mengusulkan orang tersebut untuk di pecat, saya mendukung saudara sekalian untuk membersikannya dari korupasi,” tegas Nababan, saat aksi Demo dari sejumlah pers di Sulut di kantor PLN Sulutttenggo Manado baru - baru ini.

Dia menambahkan, selanjutnya mengenai adanya dugaan dimana PLN telah memberikan suplay listerik ke Perusahaan Pertambangan MSM dan Manado Town Square (Mantos) III sama sekali dari PLN belum memberikan suplay listrik tersebut.

“Mengenai struktur kepengurusan PLN Suluttenggo untuk diganti itu tergantung dimana jika ada orang yang berbuat salah, orang tersebut tidak berkompeten dan orang itu mau purnabakti, itu akan diganti,” ujar dia.

Dari unsur masyarakat Jhon Dumais dan juga sebagai mantan Ketua Komisi I DPRD Sulut dalam aksi demo mengatakan, kiranya GM PLN bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari masyarakat Sulut, jangan mengubar janji-janji terkait pemadaman listrik, sebab sudah banyak janji yang telah diucapkan pihak PLN kepada masyarakat Sulut.

“Menjadi pertanyaan yang akan masyarakat bayar apakah listrik menyala atau yang listrik padam?,” Tanya Dumais.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut Fanny Legoh mengatakan, kiranya piha PLN bisa mengatasi pemadaman listrik yang saat ini terjadi di Provinsi Sulut bahkan hingga tiga hari yang terjadi di Kalasey.

“Nanti dari DPRD Sulut akan mengajukan surat untuk melakukan dengar pendapat antara PLN dan penjabat (pj) Gubernur Sulut Soni Sumarsono terkait dengan janji-janji kepada masyarakat. Akan diagendakan pada hari kamis untuk dengar pendapat terkait aspirasi yang disampaikan sejumlah rekan-rekan pers,” ujar dia.

Diketahui demo berlangsung aman, pendemo dari unsure pers dan masyarakat sebelumnya melakukan demo di kantor DPRD Sulut dan hanya satu anggota legislator yang menerima aksi demo yakni Sekretaris Komisi IV Fanny Legoh , legislator lain tidak terlihat. Setelah itu demo dilanjutkan ke Kantor PLN Suluttenggo dan diterima langsung GM PLN Baringin Nababan.

Anggota Forward Sulut Reymon Legi menegaskan, kiranya GM PLN bisa mundur dari jabatannya jika tidak mampu membuat suatu inovasi baru terkait pemadaman listrik yang sudah terjadi berlarut-larut hingga bertahun-tahun. Bahkan banyak janji yang disampaikan GM PLN dan Pj Gubernur Sulut Soni Sumarsono.

“Pj Gubernur dan GM PLN terkesan beda pendapat, karena Pj menyatakan sikap dimana jika kapal dari Turki sudah beroprasi tidak akan terjadi pemadaman listrik tapi anehnya GM PLN berpendapat belum bisa dijamin jika kapal dari Turki beroprasi tidak akan terjadinya pemadaman listrik,” terang dia.

Senada Anggota Aliansi Jurnalis Independen  (AJI) Manado Via mengatakan, PLN harus sadar atas janji-janji yang sudah nyatakan bahwa tidak akan terjadi pemadaman listrik di tahun ini juga bersamaan dengan Pj Gubernur. Kasiahan banyak masyarakat yang saat ini susah karena pemadaman listrik.

“Jurnalis saja jika listrik mati pasti sinyal tower akan turun dan tidak bisa ada internet bahkan jika ada akan menjadi lama loading (lalod). Ini mengganggu tugas dari jurnalis sendiri. Semoga hal-hal ini bisa diperhatikan GM PLN Baringin Nababan, juga beban yang dipikul masyarakat Sulut,” pungkas dia. (Red)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: