May 07, 2016

Saham-saham AS Merangsek Naik

New York - Saham-saham Amerika Serikat (AS) membalikkan kerugian awal menjadi berakhir naik pada Jumat (06/5/2016) karena laporan ketenagakerjaan yang lemah meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan bergerak lebih lambat dalam menaikkan suku bunganya.

 Indeks Dow Jones Industrial Average naik 79,92 poin atau 0,45 persen menjadi ditutup pada 17.740,63. Indeks S&P 500 berakhir naik 6,51 poin atau 0,32 persen menjadi 2.057,14. Indeks komposit Nasdaq naik 19,06 poin atau 0,40 persen menjadi 4.736,15.  Total penggajian pekerja nonpertanian AS naik 160.000 pada April, jauh di bawah konsensus pasar 200.000 menurut laporan Departemen Tenaga Kerja, Jumat.

Tingkat pengangguran tidak berubah pada 5,0 persen pada April, juga sesuai memenuhi estimasi pasar 4,9 persen. Pada April, rata-rata pendapatan per jam untuk semua karyawan dalam penggajian non-pertanian swasta meningkat delapan sen menjadi 25,53 dolar AS menyusul peningkatan enam sen pada Maret. Selama tahun ini, rata-rata penghasilan per jam naik 2,5 persen.

"Mengingat sifat kehati-hatian Yellen, kemungkinan FOMC akan menunggu dan melihat pada Juni jika laporan Mei lemah, tapi ada sebulan penuh untuk dilewati sebelum kita mengetahuinya," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Dalam berita perusahaan, saham Yelp Inc. meroket 23,72 persen menjadi 26,50 dolar AS pada Jumat, setelah operator laman ulasan konsumen AS itu menyampaikan hasil kuartalan lebih baik dari perkiraan. Di luar negeri, ekuitas Eropa ditutup bervariasi pada Jumat. Indeks acuan DAX Jerman di Bursa Efek Frankfurt naik 0,18 persen, sedangkan indeks CAC 40 Prancis turun 0,42 persen. Di Asia, saham-saham China jatuh pada Jumat setelah bank sentral negara itu menguras ratusan miliar yuan likuiditas dari pasar.

Indeks komposit Shanghai turun 2,82 persen menjadi berakhir pada 2.913,25 poin. Untuk minggu ini, Dow turun 0,2 persen, dan S&P 500 merosot 0,4 persen, sedangkan Nasdaq turun 0,8 persen, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua. Sumber : Antara

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: