July 30, 2016

PRB Daftarkan Diri Kemenkumham

JAKARTA -  Penutupan pendaftaran Partai Politik, Jumat (29/7), jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Berdaulat (PRB) mendaftarkan diri sebagai partai peserta Pemilu di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Partai yang dimotori anak-anak muda ini optimis partainya lolos persyaratan yang dibutuhkan dan bisa diterima dimasyarakat.

Ketua Umum DPP PRB Rahmatulah didampingi Sekjen Ali Saroni menjelaskan pihaknya telah menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan , seperti salinan akta notaris yang memuat data pendiri dan AD/ART partai, pernyataan nama lambang dan tanda gambar, bukti rekening partai, hingga persyaratan kepengurusan di daerah.

“Seratus persen persyaratan sudah kami serahkan, termasuk susunan kepengurusan di 34 provinsi, susunan di kabupaten/kota, serta kecamatan di seluruh Indonesia,” kata Rahmatullah seusai mendaftarkan PRB di Kemenkumkumham Jalan HR
Rahmatullah menjelaskan, kehadiran PRB, ingin melakukan koreksi total terhadap jalanannya pemerintah RI yang banyak melenceng dari tujuannya. PRB ingin mengembalikan kedaulatan yang saat ini ini dikuasi para elit partai dan penguasa. “Katanya kedaulatan di tangan rakyat, tapi prakteknya kedautan rakyat
dirampas dan dibajak dari rakyat. PRB akan mengembalikan kedulatan di tangan rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut tentang kelanjutan pasca pendaftaran sesuai UU No 2 2011 (tentang Parpol) dan ketentuan Menteri Kemenkumham Yasona Laloy, rencananya daftar kepengurusan di dokumen pengajuan tersebut akan diverifikasi secara factual oleh tim khusus. Tim akan melakukan verifikasi faktual di lapangan guna menghindari adanya data kantor wilayah atau kantor cabang “siluman”.
Kelolosan verifikasi di Kemenkum HAM hanya memberikan legitimasi hukum atas berdirinya partai. Untuk bisa ikut serta dalam Pemilu 2019, partai tetap harus mengikuti verifikasi lanjutan berdasar UU Pemilu yang dikomandoi Komisi Pemilihan

Sementara Ketua DPD Sulawesi Utara Stephen Liow optimis PRB lolos verifikasi. "Parta ini hadir untuk menjawab tuntutan masyarakat, pasalnya rakyat mulai apatis dengan para elitis kita, kedaulatan ada ditangan rakyat, lantaran saat ini peran rakyat hilang, padahal mereka bagian terpenting," ujarnya.

Sumber : suaramerdeka

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: