September 03, 2017

Potensi Merugikan BSG, OJK Minta Direksi Kembalikan Dana IPC

Ketua OJK Sulut Gorontalo dan Malut Elyanus Pongsoda/ist

Manado - Aroma tak sedap kembali tercium di tubuh Bank SulutGo (BSG). Selain kisruh pembagian dana Tantiem 13,5 Miliar yang dianggap tidak mengikuti asas kepentingan Bank, kini dana Index Performance Contest (IPC) sebagai reward pegawai menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulut, Gorontalo dan Malut.

Pasalnya, dana IPC disalurakan per triwulan sebagai bentuk reward kepada pegawai, atas kinerja yang telah diberikan kepada bank.

"Dasar pemberian IPC triwulanan tersebut adalah pencapaian RBB (Rencana Bisnis Bank) misalnya pencapaian target kredit, dana pihak ketiga dan lain-lain yang telah mencapai target bahkan melebihi target (ada hitungan-hitungan detailnya)," jelas Ketua Otoritas Jasa Keuangan Sulut, Gorontalo dan Malut, Elyanus Pongsoda, kepada media ini, kamis (31/08).

Serta menurut Elyanus pemberian IPC kepada direksi baru triwulan III yang dicairkan pada bulan November itu sebaiknya dikembalikan direksi baru.

"Kenapa saya menyoroti itu karena berdasarkan kriteria internal sebagaimana saya sebutkan diatas, pengurus baru sama sekali belum ada kontribusi terhadap kinerja Bank Sulut Go (BSG) sampai dengan posisi bulan September 2016 karena mereka baru definitif menjadi pengurus terhitung sejak ada Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK yaitu tanggal 25 Oktober 2016," tegas Pongsoda.

Pongsoda merasa perlu menegaskan bahwa keputusan pemberian IPC itu adalah Keputusan Dewan Komisaris BSG bukan Direksi

"Karena keputusan rekom tersebut tidak mengacu pada prinsip GCG dan cenderung merugikan bank maka  saya minta untuk dikembalikan," katanya.

Pongsoda tegaskan, Permintaannya agar IPC itu dikembalikan, justru oleh Dewan Komisaris BSG  justru diusulkan dalam RUPS tahunan bulan maret 2017 untuk disetujui dan mungkin oleh  Dewan Komisaris BSG  dianggap bahwa persoalan pemberian IPC tri 3 2016 telah selesai karena telah disetujui RUPS. 

"Saya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh pengamat hukum yang dimuat dimedia bahwa seseorang tidak dapat berlindung dibalik keputusan RUPS apabila dalam keputusan RUPS tersebut ada yang merugikan bank," kata Pongsoda.

Untuk diketahui hasil investigasi tim redaksi, anggaran IPC yang diterima per triwulannya adalah 2 kali gaji yang jika dikalkulasikan total anggaran triwulan 3 yang harus dikembalikan oleh direksi dan komisaris baru sekira Rp1 Miliar 440 Juta,

Diperkirakan gaji direksi dan komisaris :
Direktur Rp90 juta/ bulan X 2 = Rp180 juta
Direksi @Rp80 juta/bulan X 4 Direksi X 2 = Rp640 juta

Komisaris Utama Rp70 juta X 2 = Rp140 juta
Komisaris @Rp60 juta/bulan X 4 Komisaris X 2 = Rp480 juta.

Sementara itu, ketika di konfirmasi media ini Komisaris Utama BSG, Sanny Parengkuan membenarkan adanya pembinaan dari OJK untuk mengembalikan dana IPC.

"Iya betul, sudah clear," singkat Parengkuan.

Tapi ketika disentil clear dalam artian dikembalikan Sanny enggan menjawab pertanyaan tersebut. Sedangkan OJK sendiri tidak mengetahui jika dana IPC tersebut sudah dikembalikan atau tidak.

"Saya belum tahu kalau sudah dikembalikan atau belum," beber Pongsoda. (Arman)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: