October 18, 2017

Dana KUR 771 Juta Di Soal Warga Bolmong, LAKI Tagih Janji Bank Artha Graha

LAKI dan Warga Bolmong datangi kantor Bank AG Manado Beberapa Waktu lalu


Manado - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijalanakn oleh Bank Artha Graha (AG) dengan menggunakan koodinator per daerah, yang disebut Papa Angkat sebagai penanggunjawab daerah itu. Namun, KUR yang di daerah Bolaang Mongondow (Bolmong), terus menjadi polemik.

Sebelumnya, tim dari Papa Angkat berinisial H  yang menangani KUR didaerah Bolmong, melakukan tawaran untuk warga menggunakan program tersebut, pada bulan januari 2017.

Warga pun disebut-sebut akan mendapat pinjaman dari Bank AG sebesar 25 juta. Warga Bolmong tepatnya didesa Tiberias, Poigar II, Wineru.

Dengan skema KUR yang diterapkan, Saldo 5 juta di tahan di rekening, dipotong setoran selama 6 bulan agar warga membayar nanti pada bulan ke-7 serta satu juta uang kontribusi buat papa angkat, jadi warga menerima KUR sebanyak 14 juta rupiah.
Buku Rekening Warga Tertera Rp 55.000

Kecurigaan warga mulai terlihat, saat pembuatan berkas KUR dengan foto dilahan usaha, terindikasi ada rekayasa, yang dilakukan salah satu karyawan AG. Pasalnya, satu lahan di foto untuk beberapa nasabah KUR. 

Kecurigaan mulai menguat, saat penandatanganan terkesan memaksa, karena warga tak diizinkan membaca berkas terlebih dahulu, padahal beberapa berkas menggunakan materai. Terlebih tak ada penjelasan lanjut saat itu.

Lambat-laut ini, saat pencairan terjadi variasi nominal pada 22 Nasabah KUR, ada yang menerima 5 juta, dan 11 juta, bahkan ada yang sampai saat ini belum menerima sama sekali. Sehingga total, yang belum dicairkan 483 juta, dari 25 juta pernasabah sebagaimana pinjaman yang ditandatangani.

Serta penyerahan ceremonial pada beberapa nasabah oleh papa angkat tertulis sebanyak 25 juta. Namun, nyatanya nasabah lain tidak pernah melihat papa angkat.

Penyerahan Ceremonial 25 Juta

Wargapun mulai marah saat diketahui uang tabungan mereka di saldo tak sampai 100ribu, tercatat pada buku tabungan ada penarikan yang dilakukan seseorang tanpa di ketahui nasabah.

Sontak beberapa waktu lalu, warga di dampingi Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) mendatangi Kantor Bank AG Cabang Manado. 

Namun, tak mendapat hasil apa-apa. Setelah itu, terjadi pertemuan dengan salah satu orang yang mengaku diutus TW alias pemilik Bank AG di Sekertariat LAKI di Bolmong bersama warga.

Dalam pertemuan itu, AG berjanji akan menyelesaikan permasalahan karyawan AG yang mulai "Nakal". Serta memberikan solusi kepada warga, dalam kurun waktu satu minggu sampai Rabu (18/10).

Dalam pertemuan itu baru terkuak, bahwa kontribusi 1 juta buat papa angkat tidak ada. Dan hanya di buat-buat oleh papa angkat sendiri.

"Di Bolmong lain, setiap nasabah KUR mendapat potongan satu juta. Jadi, setelah dijelaskan oleh AG Pusat ternyata tidak ada potongan, artinya memang itu (potongan) buatan ayah angkat," kata Ketua LAKI, Firdaus Mokodompit, sabtu (14/10).

Untuk itu, Ketua LAKI meminta janji  yang dikatakan oleh salah satu orang yang mengaku dari AG Pusat.

"Mana janji selama satu minggu untuk menyelesaikan permasalahan dana KUR di Bolmong," tegasnya kepada media ini via seluler.

Diketahui, nasabah di Bolmong sudah capai 36 Orang. Jadi dana yang tak diterima nasabah asal Bolmong capai 771 juta,sedangkan saldo buku tabungan mereka tak capai 100ribu.

Daftar Nasabah KUR di Bolmong yang menjai permasalahan.

Meski begitu, saat di Konfirmasi Kepala Bank (AG) Cabang Manado, Reymond Christoffel, saat ditanyakan terkait pembenahan di dalam Bank AG untuk menyelesaikan solusi KUR, ia pun membenarkannya sedang dilakukan, dan telah memberhentikan Papa Angkat.

"Iya sudah Pak," singkat Reymond, senin (16/10). (Arman)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: