October 07, 2017

Kisah di Balik Penangkapan, Cinta Kepada Ibu Membawa ADM Ke KPK

ADM saat Menyuapi sang Ibu MMS di perayaan ulang tahun MMS ke-56 tahun 2016 lalu (foto:istimewah)

Manado - Judul lagu Cinta Ini membunuhku dari group Band D'masiv seolah menjadi kenyataan dikehidupan Politisi muda Golkar Adyta Anugrah Moha atau sering disapa ADM asal Daerah Pilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Namun ini dalam prespepktif cinta Anggota DPR RI kepada sang ibu. Pasalnya, ADM yang diamankan bersama Ketua PT Sulut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) kamis (07/10) dini hari dengan dugaan gratifikasi, nyatanya menyimpan cerita mengharukan dibalik itu.

Hal itu dibeberkan salah satu sahabat ADM melalui status di akun Facebook bernama Anton Miharjo. Menurut Anton dalam statusnya, dia dan ADM sudah kenal sejak 7 tahun silam.

Dalam waktu yang kurun lama itu, Antho mengenal ADM merupakan pria yang baik dan tidak glamor karena menyandang anak seorang pejabat atau anak dari sang ibu Marlyna Moha Siahaan (MMS) mantan Bupati Bolaang Mongondow Raya (BMR) dua periode.


"Sepengetahuan saya, Aditya Moha yang kerap dipanggil ADM, salah satu anak bupati atau penjabat di Sulawesi Utara, yang tidak kena penyakit hedonisme, seperti anak-anak penjabat lainnya. Mungkin ini bisa jadi menjadi pembeda dengan anak-anak kepala daerah lainnya yang saya kenal di Sulawesi Utara," tulisnya.

"Sejak berteman 7 tahun lalu, yang saya tahu, ia tidak merokok, minum, dan tidak narkobais. Ia tumbuh sebagai anak yang  taat dan patuh pada norma-norma normal manusia. Ia cepat belajar, dan tak malu bertanya untuk sesuatu yg ia tidak tahu,"  lanjutnya.

"Meski awalnya ia jadi anggota DPR karena bayang-bayang populeritas orang tua, tapi ia cepat belajar mandiri dan berusaha keluar dari bayang-bayang itu. Terpilih kedua kalinya di tahun 2014, itu bisa dikatakan hasil kerja kerasnya," kutipan redaksi pada status Facebook Anton Miharjo.

Pada status yang di publis tanggal 07 Oktober 2017, sekitar pukul 16.00 Wita, Antho Miharjo kembali menceritakan kisah ibu ADM (MMS-red) yang tersandung kasus korupsi.

Hal itulah menjadi cikal bakal perjuangan anak menjaga ibu, sehingga ADM berani melakukan kejadian yang membuat dirinya di amankan KPK.

"Di akhir tahun 2011, ibunya, di akhir kekuasaanya tersandung kasus korupsi dana tunjangan pemerintah desa. Sebagai teman, saya selalu ingatin tuk merelahkan kasus ini berjalan normal, tabah, tak perlu terlalu banyak intervensi, saya meyakini akan terlalu banyak yang dikorbankan. Kasus korupsi ibunya berproses mulai saat itu. Terkadang panas selanjutnya adem, timbul dan tenggelam. Dan pastinya di sana ada usaha menengelamkan dan memunculkan kasus ini. Setelah lama digoreng, kasus itu tetap sampai di pengadilan. Pertama hasilnya bebas, dan kemudian pada banding kedua, Ibunya, Moha Siahaan, tetap di vonis bersalah, 5 tahun penjara," kutipnya.

"Pada putusan pengadilan pertama, putusan bebas. Lagi dan lagi, saya ingatin untuk tidak banyak intervensi. Bagi saya, kasus ini kalo makin lama digoreng  akan terlalu banyak dikorbankan. Tapi, ia tetap bersikukuh dan yakin ibunya tidak salah, hanya korban politik," terangnya.

Sehingga menurut sahabat yang sudah berteman sejak 7 tahun itu, sikap ADM untuk memperjuangkan kebebasan IBU karena cintanya sebagai seorang anak. Hal itu membuat, ADM tak dapat membaca dari berbagai sisi terkait kasus yang menerpa sang ibu (MMS).

"Tapi bisa jadi juga, ketidakrasionalan ADM melihat kasus ini, karena kecintaaan pada ibunya. Ia terlalu patuh, taat, dan berbakti pada orang tua. Ibunya tumpuan terakhirnya, setelah bapaknya meninggal dunia di tahun 2010," tulisnya.


"Pada 3 bulan lalu, seminggu setelah Ibunya divonis bersalah, saya mengirimkan pesan via wa  untuk merelahkan ibu-nya menjalani hukuman tanpa melakukan intervensi seperti melakukan PK. Bagi saya kalau melakukan upaya, bisa-bisa hukumannya bertambah. Tapi apakah pesan itu dibaca atau tidak, saya tidak tahu," lanjutnya.

"Dan hari ini, tersiar kabar ADM tertangkap KPK bersama hakim PT Sulut. Saya berpikir, Andai sejak awal, dia biarkan kasus ini berjalan normal, mungkin ibunya telah lama bebas. Dan kisah OTT KPK tak menghampirinya. Tapi ya sudahlah, nasi telah jadi bubur. Semoga sabar menjalani proses, kawan," tutup redaksi status Anton Miharjo.

Status itu pun mendapatkan komentar terkait moralitas cinta seorang anak kepada ibunya. 

"Memang si ADM ini sangat baik dan Berbakti pada orang tua anak ini juga tidak sombong dan prilakunya rendah hati pribadi taat semoga tetap tabah dan semangat," komentar akun Facebook Jhon Kalangi pada status Anton Miharjo. (Arman)

Berikut status Antho Miharjo :





BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: