November 14, 2017

Anjungan Taman Mini 60M Dan Kebutuhan Asrama Mahasiswa Di Jogja ?

Saat Rapat Tengah Berlangsung

Manado - Rehabilitasi Asrama Mahasiswa Sulawesi Utara (Sulut) yang ada di Bandung dan Jogja menjadi pembahasan hangat Komisi III DPRD Sulut dan Kepala Biro (Karo) Infrastruktur, Barang dan Jasa Pemprov Sulut.

Setelah ditetapkan Plafon anggaran untuk Biro Insfratrsuktur, dilanjutkan dengan pemaparan Rencana Kegiatan alias pembahasan RAPBD 2018, pada selasa (14/11).

Kepala Biro (Karo) Insfrastruktur Jimmy Ringkuangan menjelaskan pentingnya dilakukan rehabilitasi asrama mahasiswa asal Sulut yang di Bandung dan Jogja.

Pagu yang ditetapkan untuk Rehab sebesar 6 Miliar untuk keduanya yang terbagi atas Rehab Sedang untuk asrama di Bandung dan Rehab Berat di Jogja.

Namun, ditengah pembahasan, lahir sebuah permasalahan bagi rehab berat asrama yang ada di Jogja, mengingat saat pengerjaan mahasiswa harus berpindah sementara.

Hingga, pertanyaan tempat sementara bagi calon sarjana, doktor dan lainnya asal Sulut sampai pengerjaan rehab keras lahir. Pasalnya, Biro Insfrastruktur tak miliki anggaran untuk sewa tempat sementara.

"Kita tampung diasraman sleman, saya yakin bisa cukup untuk sementara waktu," tutur Ringkuangan.

Penjelasan itu, nampaknya membuat personil komisi III tak yakin asrama daerah lain dapat menampung mahasiswa asal Nyiur Melambai.

"Bagaimana kalau anggaran penambahan ruang VIP Bandara Sam Ratulangi bisa digeser untuk sewa tempat sementara bagi mahasiswa disana," saran Ketua Komisi III Adriana Dondokambey.

Namun, VIP Bandara dianggap masih penting untuk dilakukan penambahan. Meski begitu, Anggota Komisi III Billy Lombok mengatakan saran ketua Komisi III juga sangat penting untuk diperhatikan.

"Saran ini bisa menjadi notulensi pertimbangan yang akan dibawah di Sinkronisasi nanti," ujar Lombok.

Diketahui, Biro Insfrastruktur juga memiliki anggaran untuk revitalisasi anjungan Sulut di Taman Mini Indah Indonesia (TMII) sebesar Rp 60 Miliar 500 Juta yang dicadangkan sampai 2019.

"Ada juga Kontribusi untuk anjungan di TMII dari setiap Kabupaten/Kota Sebesar 1 Miliar," ungkap Ringkuangan saat membahas Anjungan di TMII.

Legislator Komisi III Marvel Dicky Makagansa meminta agar anjungan bisa mewakili budaya dari 3 budaya di Sulut.

"Karena di Sulut ada tiga budaya dari Minahasa, Kepulauan dan Bolmong," sarannya. (Arman)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: