November 16, 2017

Pelayanan Terhadap Presiden Jadi Tak Maksimal Karena Ulah PLN

Saat Presiden Membuka Kongres GMNI Di Graha Gubernuran (Foto:Ist)

Manado - Pemadaman Listrik yang dilakukan PLN saat Presiden RI Joko Widodo berada di kota Manado nyatanya membuat Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw berang. 

Kedatangan Presiden RI ke tanah nyiur melambai dalam rangka membuka Kongres GMNI di graha Gubernuran, telah dimaksimalkan Pemprov Sulut dengan segala persiapan yang ada untuk melayani orang nomor satu di negeri ini.

Namun, dihari kedatangan, masih juga tuan rumah harus kecolongan dengan pemadaman listrik yang terjadi.

Hal itu, diutarakan Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw setelah menghadiri Rapat Paripurna penetapan APBD 2018.

"Ini menjadi catatan bagi kita (Sulut, red) karena pak presiden kurang nyaman dengan kejadian itu. Padahal sudah dipersiapkan 3 hari sebelumnya hotel beliau menginap terjadi mati lampu. Akhirnya, pak presiden dan rombongan harus dialihkan ke hotel lain untuk beristirahat. Kejadian ini sangat memperihatinkan. Padahal semua pihak sudah optimal namun PLN dengan kelalaiannya tidak bisa ditolelir karena presiden sebagai lambang," tegas Kandouw.

Sebelumnya, ditengah paripurna kekesalan terhadap pemadan tersebut, mulai terlihat saat salah satu anggota DPRD Sulut, Rocky Wowor melakulan instrupsi.

"Ini terkait nama baik Sulut di mata presiden. Bagaimana kita bisa membayangkan seorang presiden harus melakukan city tour malam hari karena ulah PLN. Ini harus ditanggapi serius," tegas Wowor.

Alhasil, lembaga wakil rakyat itu bakal memanggil pihak PLN untuk menindaklanjuti ulah pemadaman yang terjadi.

"Itu akan dilakukan lewat komisi di DPRD Sulut yang bermitra dengan PT PLN," kata Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw. (Arman)

BAGIKAN KE:

PENULIS :

0 komentar: