July 24, 2018

Tonaas LMI Minsel, Kritik Pemanfaatan Grand House

Lokasi Grand House di Minsel


Minsel - Setelah beberapa hari yang lalu sempat di sentil oleh DPRD Minahasa Selatan (Minsel), lewat sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minsel tentang pemanfaatan Grand House yang dinilai sampai saat ini belum di manfaatkan dengan baik oleh kalangan petani.

Kali ini kritikan tersebut datang dari Organisasi Masyarakat Laskar Manguni Indonesia(ORMAS LMI) Minsel melalui Tonaas Tommy Pantow.

Menurut Pantow, keberadaan Grand House yang memakan anggaran dengan tidak sedikit jumlahnya, sangat disesalkan ketika Pemerintah Daerah telah berusaha dan berupaya untuk membantu masyarakat petani lewat pembuatan Grand House, yang menurutnya  menggunakan sisa  anggaran APBD Tahun 2017, tapi tak dimanfaatkan dengan baik.

Untuk itu, Tonaas menghimbau kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian untuk dapat menerima kritikan ini dan sedianya untuk dapat memanfaatkan Grand House tersebut.

"Saya mengharapkan pemerintah dalam hal ini dinas pertanian para petani yang akan menggunakan Grand House tersebut agar dapat di manfaatkan dengan baik sedianya di berikan dulu pelatihan kepada mereka karena sayang pemerintah daerah telah siapkan fasilitas ini petani tidak siap menggunakannya, kenapa karena mereka tidak di berikan pelatihan lebih dulu untuk lebih mengetahui tentang cara mengelola fasilitas tersebut kita harus menghargai apa yang telah di upayakan oleh pemerintah," ujar Tommy Pantow.

Di tambahkan Tonaas LMI, jika ini di manfaatkan dengan baik maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di bidang pertanian, dan sebaliknya jika kita tidak dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya akan menjadi satu kerugian yang besar bagi daerah lebih khusus di bidang pertanian.

"Karena kita ketahui bersama anggaran pengadaan Grand House tidaklah sedikit dan kami mengharapkan sesegera mungkin sudah dapat di gunakan oleh petani karena dalam pantauan sampai saat ini di dalam Grand House tersebut masih terdapat rerumputan bukan tanaman pertanian," ungkap Pantow 
mengharapkan. (Suharto Membuan)

BAGIKAN KE:

0 komentar: